Saturday, June 9, 2007

Berkendara dengan Cepat dan Aman

Mengendarai Kendaraan Roda Dua pada hakikatnya menyiasati tiga gaya yang timbul
pada kedua ban Kendaraan Roda Dua agar selalu di bawah kapasitas yang dapat
diterima ban. Artinya, gaya cadangan harus selalu tersedia untuk
mengantisipasi segala kemungkinan yang ada selama berkendara. Ada
beberapa cara yang dapat dilakukan agar tetap nyaman dan aman
menjelajah jalanan dengan Kendaraan Roda Dua Anda.

1. Sesuaikan tekanan ban dengan rekomendasi pabrik. Tekanan terlalu
tinggi membuat pengendaraan Kendaraan Roda Dua kasar (bumping), daya cengkeram
terhadap jalan turun, dan ban cepat aus. Sebaliknya, tekanan ban
terlalu rendah menyebabkan pengendalian menjadi berat, boros BBM,
dan menurunkan kemampuannya Kendaraan Roda Dua bermanuver. Penambahan tekanan 1 - 2
psi dianjurkan agar tak perlu terlalu sering memompa ban.

2. Ketika berbelok, posisi bukaan gas harus tepat. Bukaan gas yang
terlalu tinggi menyebabkan ban belakang selip, bahkan tergelincir,
akibat gaya sentrifugal. Sebaliknya, jika sudut kemiringan Kendaraan Roda Dua
terlalu besar tanpa dibarengi bukaan gas yang cukup, Kendraan Roda Dua bisa
terjatuh.

3. Posisi gigi transmisi - terutama saat berbelok - mesti sesuai.
Kecepatan rendah pada posisi gigi tinggi menjadikan mesin seolah
akan mati karena putaran mesin tidak sinkron dengan putaran roda,
Kendaraan Roda Dua melonjak-lonjak, kestabilan menurun, dan pengendaraan tidak
nyaman.

4. Pengereman sebaiknya tidak hanya mengandalkan roda belakang,
melainkan keduanya agar jarak pengereman minimum. Jika hanya roda
belakang yang direm, walaupun sampai terkunci, Kendaraan Roda Dua tetap meluncur
dengan buntut Kendaraan Roda Dua ngepot ke samping. Sebaliknya, jika hanya
menggunakan rem untuk roda depan, meski tidak sampai terkunci, Kendaraan Roda Dua
bisa menukik (brake dive), bahkan terjungkal ke depan.

5. Banyak pengendara Kendaraan Roda Dua menekan tuas rem depan hanya dengan jari
tengah dan telunjuk agar dua jari lainnya dapat membuka gas segera
setelah tuas rem ditarik. Ini mempercepat akselerasi. Namun, ada
pula yang menganjurkan keempat jari menekan tuas rem demi
pengontrolan pengereman yang lebih mantap. Memang tidak ada petunjuk
mana yang paling tepat, sebab semua itu tergantung pada kebiasaan
dan efektivitas yang dirasakan pengendara.

6. Penggunaan rem depan dengan tepat membutuhkan teknik yang harus
dicoba hingga menjadi kebiasaan spontan dan otomatis, sebab keadaan
darurat bisa muncul tiba-tiba tanpa memberi kesempatan berpikir.
Banyak kasus Kendaraan Roda Dua terjungkal saat terjadi panic braking akibat
pengereman roda depan secara brutal.

7. Mesin Kendaraan Roda Dua umumnya berisi hanya satu atau dua silinder sehingga
harus bekerja pada putaran mesin (rpm) tinggi yaitu 6.000 - 7.000
rpm. Karena rpm ini lebih tinggi daripada rpm mobil, maka umur oli
mesin Kendaraan Roda Dua sangat terbatas. Untuk menghindari kerusakan jangan sampai
terlambat mengganti oli mesin dengan jenis yang dianjurkan pabrik.
Bahaya akibat keterlambatan penggantian oli mesin Kendaraan Roda Dua lebih tinggi
daripada mobil.

8. Usahakan agar posisi Kendaraan Roda Dua tidak menyusahkan mobil yang melaju di
belakangnya: jika hendak disusul, Kendaraan Roda Dua terlalu ke tengah, atau jika
tidak disusul, Kendaraan Roda Dua terlalu lambat jalannya. Terutama jangan
dilakukan di jalan sempit atau hanya terdiri dari dua jalur. Ini
demi keselamatan semua pihak karena jika terjadi manuver mendadak
atau panic braking, pengendara Kendaraan Roda Dua-lah yang paling terancam bahaya.
Soalnya, jumlah gaya yang mampu diterima dua roda lebih sedikit
daripada empat roda.

9. Selalu kenakan helm secara semestinya. Helm berfungsi melindungi
kepala - bagian tubuh paling peka, penting, sekaligus rawan.
Sebaiknya, pilih helm yang bulat polos, jangan yang berprofil atau
ada tonjolan aksesorinya. Jika terjadi kecelakaan, tonjolan yang ada
pada helm berprofil dapat tersangkut sesuatu di jalan (tidak
menggelincir seperti helm bulat polos), yang justru membahayakan
leher pemakai. Sewaktu berkendara - terutama di malam hari -
kenakanlah jaket untuk menghindari serangan paru-paru basah. Warna-
warna terang mencolok amat dianjurkan bagi aksesori ini agar mudah
terlihat oleh pengemudi lain.

10. Jangan meletakkan barang bawaan (apalagi yang cukup berat) di
atas setang Kendaraan Roda Dua karena hal ini mengganggu pengendalian. Sebaiknya,
gantungkan bawaan di kaitan yang biasanya ada di bagian dalam tebeng
Kendaraan Roda Dua. Lebih baik lagi jika Kendaraan Roda Dua dilengkapi kit bagasi atau jala pemuat
barang yang bisa dipasang di bagian belakang jok Kendaraan Roda Dua. Lokasi
penempatan bagasi di bagian belakang juga memundurkan lokasi titik
berat Kendaraan Roda Dua sehingga karakter pengendalian lebih nyaman.

11. Selalu yakinkan diri telah siap fisik dan mental untuk
berkendara. Percayalah bahwa dasar pengetahuan serta pengalaman Anda
sudah cukup. Hal ini menjadi sugesti dan menjadikan performa
berkendara meningkat. Namun, kepercayaan diri ini harus dibarengi
dengan ketelitian dan pengecekan berkala kondisi Kendaraan Roda Dua Anda agar
selalu ready to rock'n roll.